google-site-verification: google8e763d320194407a.html google-site-verification: google8e763d320194407a.html MUSEUM PERJUANGAN - JEJAK KAKI Skip to main content

MUSEUM PERJUANGAN


Bangunan Museum Perjuangan secara keseluruhan memiliki arti dan makna sesuai dengan tujuan bangunan didirikan. Bangunan gedung berbentuk bulat silinder dengan garis tengah 30 meter dan tinggi 17 meter. Bangunan ini merupakan perpaduan bentuk bangunan model jaman romawi Kuno dengan bangunan model timur, yang dinamai "RONDE TEMPEL".

Di bagian kiri dan kanan pintu masuk museum terdapat hiasan makara berbentuk binatang laut. Bagian atap gedung berbentuk topi baja model America dengan hiasan puncak lima buah bambu runcing yang berdiri tegak di atas bulatan dunia. Sedang bulatan dunia itu sendiri terletak di atas lima buah trap.

Di bagian atas pintu masuk museum terdapat hiasan berbentuk binatang bersudut delapan dengan peta kepulauan Indonesia di tengah-tengahnya. Di bawahnya ada candrasengkala ciptaan R.M Kuswaji Kawindro Susanto yang berbunyi : "Anggatra Pirantining Kusuma Nagara". Suryasengkala memiliki arti tahun pendirian museum yaitu 1959.

Di bagian depan pintu masuk museum terdapat trap berjumlah 17 buah. Kemudian daun pintu masuk berjumlah 8 buah. Jendela pada sekeliling dinding luar museum dipisahkan oleh pilar yang dihias ukiran lung-lungan menyerupai api yang tak kunjung padam berjumlah 45 buah. Selain itu juga dilengkapi dengan 10 patung kepala pahlawan nasional serta 37 relief sejarah perjuangan bangsa Indonesia sejak jaman pergerakan nasional sampai dengan pemulihan kedaulatan tahun 1950.
Bentuk bangunan tersebut secara keseluruhan mengandung arti simbolis bahwa Kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui perjuangan bangsa Indonesia sendiri, bukan hadiah dari bangsa lain, masyarakat Indonesia adalah masayarakat yang adil makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sedangkan jumlah trap, daun pintu dan jendela melambangkan tanggal, bulan dan tahun kemerdekaan. Hiasan pilar pemisah jendela ini memiliki arti simbolis semangat bangsa Indonesia yang tak pernah pudar dalam memperjuangkan, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan melaksanakan pembangunan menuju masyarakat adil makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Comments

Popular posts from this blog

Monumen perjuangan TNI AU

Monumen perjuangan TNI AU (dahulu Monumen ngoto), dibangun tanggal 1 maret 1948. Monumen ini terletak di dekat Dukuh Ngoto, jati arang, kelurahan tamanan, kabupaten bantul, Yogyakarta  menempati area tanah seluas 9.473m ² . Bangunan ini termasuk jenis tugu, terbuat dari bahan cor setinggi  7m, dengan batangan tubuh segi enam kerucut yang ditopang lapik segi empat  bersusun 2 mengecil. Pada puncak tugu terdapat seekor burung garuda, dibuat dengan bahan tembaga setinggi 1,5m, yang merentangkan sayapnya. Tugu berada dalam area pagar teralis besi, pada bagian belakang terdapat dinding yang berreliefkan rangkaian peristiwa sejarah hari bangkit TNI AU, 29 Juli 1947.

Pesona Pantai Indrayanti Gunung Kidul

Terletak di sebelah timur Pantai Sundak, pantai yang dibatasi bukit karang ini merupakan salah satu pantai yang menyajikan pemandangan berbeda dibandingkan pantai-pantai lain yang ada di Gunungkidul. Tidak hanya berhiaskan pasir putih, bukit karang, dan air biru jernih yang seolah memanggil-manggil wisatawan untuk menceburkan diri ke dalamnya, Pantai Indrayanti juga dilengkapi restoran dan cafe serta deretan penginapan yang akan memanjakan wisatawan.

Candi Sambisari (Temple Sambisari)

Candi Sambisari adalah candi Hindu ( Siwa ) terletak sekitar 12 km sebelah timur dari kota Yogyakarta ke arah kota Solo atau kira-kira 4 km sebelum kompleks candi Prambanan . Candi ini dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan Rakai Garung pada saat Kerajaan Mataram Kuno . Candi ini ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang petani di desa Sambisari dan dipulihkan pada tahun 1986 oleh Dinas Purbakala .