google-site-verification: google8e763d320194407a.html google-site-verification: google8e763d320194407a.html Pasar Kebon Empring Piyungan Bantul YOGYAKARTA - JEJAK KAKI Skip to main content

Pasar Kebon Empring Piyungan Bantul YOGYAKARTA


Halo sob!!!
Siapa ni yang baru pengen ngajak main gebetan tapi gak tau mau di bawa kemana?
Hahaha, kali ini admin ada refrensi tempat bagus ni sob
Pasar Kebon Empring Piyungan Bantul YOGYAKARTA  
 Pasar Kebon Emprig sob namanya, disana menghadirkan paduan antara kuliner dan wisata alam.


Tempat Wisata yang terletak di Bintaran Wetan, Srimulyo, Piyungan, Bantul tersebut juga menyuguhkan wisata yang bisa dibilang murah.
Murah sob! Masuk di kantong.


Di Pasar Kebon Empring sobat dapat menikmati berbagai macam kuliner yang disediakan dan juga bisa bermain air di sungai.

Romantis sob, main air sama dia. Hahaha

Pasar Kebon Empring Piyungan Bantul YOGYAKARTA  

Menariknya saat menyantap kuliner, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan dari rimbunnya kebun bambu dan gemercik suara air di sungai.

Harga makanan yang ditawarkan juga cukup murah sob, yaitu berkisar antara Rp 2.500 hingga Rp 10.000.
Pasar Kebon Empring Piyungan Bantul YOGYAKARTA  

Nah gitu dululah informasinya. Dah buruan mampir sob. Dada

Comments

Popular posts from this blog

Monumen perjuangan TNI AU

Monumen perjuangan TNI AU (dahulu Monumen ngoto), dibangun tanggal 1 maret 1948. Monumen ini terletak di dekat Dukuh Ngoto, jati arang, kelurahan tamanan, kabupaten bantul, Yogyakarta  menempati area tanah seluas 9.473m ² . Bangunan ini termasuk jenis tugu, terbuat dari bahan cor setinggi  7m, dengan batangan tubuh segi enam kerucut yang ditopang lapik segi empat  bersusun 2 mengecil. Pada puncak tugu terdapat seekor burung garuda, dibuat dengan bahan tembaga setinggi 1,5m, yang merentangkan sayapnya. Tugu berada dalam area pagar teralis besi, pada bagian belakang terdapat dinding yang berreliefkan rangkaian peristiwa sejarah hari bangkit TNI AU, 29 Juli 1947.

Candi Sambisari (Temple Sambisari)

Candi Sambisari adalah candi Hindu ( Siwa ) terletak sekitar 12 km sebelah timur dari kota Yogyakarta ke arah kota Solo atau kira-kira 4 km sebelum kompleks candi Prambanan . Candi ini dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan Rakai Garung pada saat Kerajaan Mataram Kuno . Candi ini ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang petani di desa Sambisari dan dipulihkan pada tahun 1986 oleh Dinas Purbakala .

Pasar Kotagede yogyakarta

Kendati bernama Pasar Kotagede , masyarakat setempat lebih mengenal pasar ini dengan sebutan Pasar Legi . Sebab setiap Legi, salah satu hari dalam penanggalan Jawa , pasar ini selalu lebih ramai daripada hari-hari biasa. Bisa dibilang, pada hari pasaran ini para penjual dan pembeli berkumpul menjadi satu untuk melakukan transaksi jual beli . Bahkan saking sesaknya lokasi pasar pada hari tersebut, para pedagang menggelar barang dagangannya di jalan. Begitupun dengan para pembeli, bukan hanya yang datang untuk sekadar melihat-lihat melainkan juga yang memang membutuhkan suatu barang yang dicari atau dibutuhkan